Langsung ke konten utama

Reproduksi Sehat dan Fitrah Seksualitas pada Anak. Review kelompok 10.




Persentasi ter akhir diisi oleh mba Sophiatudien Harahap yang saat ini berdomisili di Ecuador, Amerika Latin dan  Mba Ainun Mardiyah yang saat ini berdomisili di Egypt.

Tema yang di angkat tentang, "Repsoduksi Sehat dan Fitrah Seksualitas pada Anak"

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Menumbuhkan fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.


Ketika fitrah ini terjaga sesuai fungsinya, maka ia turut berperan menjaga kesehatan reproduksi secara fisik, mental dan sosial.
 Ketika fungsi keluarga berjalan sesuai yang Allah fitrahkan, akan tercipta mawaddah dn rahmah. Kasih sayang dan cinta.

Melihat hasil dari riset tersebut, rasanya memang penting untuk kita mengenalkan fitrah seksual terhadap anak sesuai dengan tahapan usianya dari sedini mungkin. Karena kita tidak akan bisa terus membersamai anak, sehingga yang perlu kita siapkan adalah membekali mereka dengan ilmu - ilmu yang bermanfaat sehingga mereka siap untuk menghadapi kehidupan sosial kedepannya. Meskipun norma2 yang ada di masyarakat sekarang ini mulai banyak yang bergeser, akan tetapi jika kita menerapkan nilai2 yang sesuai dengan iman islam di rumah kepada anak sejak sedini mungkin, insya Allah hal tersebut akan tertanam di dalam diri anak sehingga apabila seandainya mereka menghadapi hal2 yang menyimpang nanti, setidaknya sudah ada ‘alert’ dalam diri mereka untuk merasakan rasa tidak nyaman untuk melakukan atau terbiasa untuk hal2 tersebut.


Pada usia 7-10 tahun.
Sudah semakin ditekankan mengenai adab izin& menjaga pandangan. Jika disiapkan pada usia sebelumnya, tentu lebih baik. Ajarkan kapan dan bagaimana jika ingin masuk kamar orang tua, maupun saat berkunjung ke orang lain. Dan dikenalkan mana saja aurat yang perlu ditutup. Serta bagaimana menjaga pandangan.

Usia 10-14 tahun
Adalah usia "rawan", jika anak kurang dekat dengan orang tua, ia akan mencari sumber lain untuk mencari jawaban aas keingintahuannya.  Sehingga selain pentingnya kerekatan hubungan dengan orang tua, perlu disibukkan dengan kegiatan kegiatan positif.

Masa baligh dan syabab.
Ketika organ reproduksi telah siap dan sempurna, namun belum mampu untuk menikah. Maka perlu dikenalkan adab-adab untuk menjaga "iffah" dan kesucian. Misalnya dengan berpuasa wija bagi yang muslim.

Apakah puasa wija? Secara bahasa wija' artinya : perisai. Maksudnya puasa bagi yang sudah "kebelet" nikah namun belum sanggup melaksanakannya. Agar dapat menahan nafsunya. Seperti puasa biasa. Hanya niatnya beda; untuk menahan diri dari hawa nafsu



Anak adalah titipan yang paling berharga bagi kita orang tua. Di hari akhir nanti sudah dituliskan bahwa kita harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita termasuk amanah yang telah dititipkan kepada kita semua.

Maka dari itu kita lah yang paling utama untuk memperkenalkan dan membimbing mereka dalam hal ini. Dan seperti yang sudah dituliskan di slide di atas, jika kita tidak bisa, paling tidak kita bisa meminta tolong orang2 terdekat yang kita percayai untuk bisa memberikan informasi ini kepada anak-anak kita.


Baiti Jannati, rumahku surgaku. Rumah adalah pendidikan yang paling pertama untuk anak-anak kita, sehingga kitalah sekolah terbaik untuk anak-anak kita. Kita yang paling paham akan bagaimana perilaku anak2 kita, sehingga kita juga lah yang paling mengerti bagaimana menyampaikan informasi kepada anak2 kita agar mereka paham akan apa yang ingin kita sampaikan dan terapkan kepada mereka.


Dalam point ini sekali lagi ditegaskan bahwa figur Ayah dan Ibu lah yang paling berperan penting dalam menentukan kepribadian anak untuk menjadi laki-laki dan perempuan sesuai dengan fitrahnya.
Namun tidak dapat dipungkiri faktor lingkungan sekarang ini pun sangat mempengaruhi identitas anak2 untuk kedepannya. Maka dari itu kita harus memberitahukan anak yang mana yang baik dan mana yang buruk.
Contohnya kita sampaikan bahwa laki - laki itu menikah dengan wanita bukan sesama jenis, dikarenakan apabila terjadi pernikahan sesama jenis terus berlangsung maka kehidupan ummat manusia akan punah. Karena tidak akan menghasilkan keturunan.
Dan juga bisa disampaikan dengan cerita - cerita Nabi yang sudah jelas bawa Allah akan melaknat dan membinasakan suatu kaum yang melakukan penyimpangan seksual.
Dengan demikian diharapkan anak-anak kita akan mengerti dan harapan kita semoga mereka bisa menjadi pemimpin yang mengarahkan orang-orang di sekitarnya untuk kembali ke jalan yang benar.



#harike13
#tantangan10hari
#level11
#kuliahbundsayiip
#fitrah seksualitas


Irma Tazkiyya
Jeddah, KSA



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengamati Gaya Belajar Anak -Part10

"Ibu, sini irma cek tensi ulang, kemarin kan tekanan darah ibu rendah". Saut ku kepada nenek nya qifa.  Sambil mengambil alat tensi yang tersimpan di lemari. Sambil memegang tangan kiri ibu, saya melilitkan manset alat tensi ke lengan ibu.Saya sadar ada anak kecil yang sibuk memerhatikan kami. Dia adalah qifa. ๐Ÿ˜ Selesainya saya memeriksa tekanan darah ibu, qifa langsung mengambil alih alat tensi dan stetoskop yang saya pakai. Qifa mengulang apa yang saya kerjakan, dari memasang stetoskop di telinganya sampai melilitkan manset ke lengan neneknya. Walaupun letak manset yang dipasangnya salah. ๐Ÿ˜† Dengan gaya seakan-akan 'mahir' melakukan pemeriksaan tekanan darah, qifa mengoceh-ngoceh ga jelas, seakan menjelaskan hasil pemeriksaan kepada neneknya. Ahhhh.. anak cerdas. Saut ku kepada qifa. Saat ini qifa memang senang sekali meniru apa yang dia lihat. Senang menggoyangkan kepala jika ada musik yang didengarnya. Bisa menyelesaikan puzzle-puzzle dengan melihat le...

Jurnal Bunda Cekatan, Tahap Satu

Selamat Datang Di Kelas Telur-telur Ditahap ini kami melakukan proses belajar mengenal tentang siapa diri ini. Sehingga nantinya kami paham akan cekatan di bidang apa. Hal ini yang dapat membuat kita menentukan kebutuhan belajarnya apa saja. Mengetahui bagaimana mencarinya. LEARN, How to Learn. Belajar Merdeka, Merdeka Belajar. Senang sekali mendengar slogan ini, kita bebas untuk belajar apa saja. Dengan merdeka belajar dan belajar merdeka, secara tidak langsung merangsang berfikir dan berkreatifitas. Belajar di bunda cekatan ini adalah proses bermain bersama. Semua bisa menjadi guru, dan semua bisa menjadi murid. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah lacak kekuatan. Mengapa harus melacak kekuatan? karena kita ini spesial. Selama ini menjadi biasa saja karena kita 'sekedar' melakukan kegiatan secara rutin. Jadi ingat perkataaan Pak Dodik Maryanto 'Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu. Tidak ada hukum...

Anjing dan kucing

Hari ini mamah cerita sambil menyusui adek mamduh. Tentang anjing dan kucing, karena qifa sedang memainkan boneka anjing, mamah langsung bercerita tentang anjing dan kucing. "Anjing dan kucing itu berbeda, namun mereka saling sayang, qifa sama adek mamduh juga yah, harus saling sayang, saling melindungi yah nak" #tantangan10hari #harike9 #level10 #kuliahbundsayiip #GrabYourImagination Irma Tazkiyya Jeddah, KSA