Fitrah Seksualitas
Oleh
Kelompok 1:
- Angie Kamalia, Jeddah-KSA
- Anggita Aninditya P, Kanagawa-Jepang
🌷Pengertian Fitrah🌷
Pengertian fitrah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah fitrah1/fit·rah/ n sifat asal; kesucian; bakat; pembawaan.
Secara etimologis, asal kata fitrah dari bahasa arab “Fitratun” artinya perangai, tabiat, kejadian asli.agama,ciptaan.
Menurut al-Qur’an, tabiat manusia adalah homo religious (makhluk beragama) yang sejak lahirnya membawa suatu kecenderungan beragama. Dalam hal ini, pada QS. al-Rum (30): 30 Allah berfirman :
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُون
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah di atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
🌹Pengertian Fitrah Seksual menurut Hari Santoso 🌹
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.
🌼Prinsip Prinsip Fitrah Seksual menurut Hari Santosa🌼
🐞Prinsip 1
Fitrah seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan anak sejak lahir sampai usia 15 tahun dengan figur ayah dan ibu secara utuh dan seimbang.
🐞Prinsip 2
Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu memberikan suplai femininitas. Anak-anak laki-laki mendapatkan suplai 75% maskulinitas, dan 25% femininitas, sedangkan anak perempuan 75% feminitas dan 25% maskulinitas.
🐞Prinsip 3
Penumbuhan fitrah seksualitas yang paripurna, melahirkan lelaki yang mempunyai peran keayahan sejati dan perempuan yang berperan kebundaan sejati. Mereka memiliki akhlak yang mulia terhadap pasangan dan keturunannya.
Jika anak kehilangan sosok salah satu figur, maka harus dicarikan figur pengganti dari keluarga atau komunitas.
🌺Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas🌺
1. Usia 0 -2 tahun 👶🤱
Dekatkan anak dengan ibunya. Pada usia 0-2 tahun, anak masih menyusu pada ibunya. Menyusui adalah pondasi penguatan konsepsi semua fitrah.
2. Usia 3-6 tahun👧🧑
Pada tahapan ini penguatan konsepsi gender dengan penggambaran positif gender masing-masing. Anak laki-laki dan perempuan harus didekatkan dengan kedua orang tuanya.
Indikator pada tahapan ini adalah anak dapat menyebutkan dengan jelas dan bangga dengan gendernya di usia tiga tahun.
3. Usia 7-10 tahun👭👬
Penyadaran potensi gender dengan aktivitas yang relevan dan beragam sesuai gendernya.
Ayah mengajak anak laki-laki berperan dan beraktivitas sebagai laki-laki di kehidupan sosialnya. Termasuk menjelaskan tentang mimpi basah, fungsi sperma, dll.
Ibu mengajak anak perempuan beraktivitas sebagai perempuan di kehidupan sosialnya. Dijelaskan tentang menstruasi, dll.
Indikator pada tahap ini, anak laki-laki mengagumi ayahnya dan anak perempuan mengagumi ibunya.
4. Usia 11-14 tahun (pre aqil baligh)👨👩
Tahap pengujian eksistensi melalui ujian di kehidupan nyata.
Anak laki-laki didekatkan dengan ibunya dan memahami cara pandang perempuan (ibunya). Anak perempuan didekatkan dengan ayahnya dan memahami cara pandang laki-laki (ayahnya).
Indikator pada tahapan ini adalah persiapan dan keinginan menjadi ayah bagi anak laki-laki dan menjadi ibu bagi anak perempuan.
5. Usia 15 tahun (aqil baligh)🧕👳
Penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga berperan keayahbundaan. Pada tahapan ini anak sudah dibebani beban syariah, dan berubah stastusnya menjadi mitra orang tua. Anak sudah siap berperan sebagai ayah dan bunda sejati.
Kajian Islam telah banyak mengajarkan mengenai pendidikan seks di setiap disiplin ilmu-ilmu keislaman, antara lain: fiqh, akhlaq, filsafat keislaman, tafsir, dan beberapa kajian Islam yang terkait dengan fenomen potensi seksual dan gender. Dalam Psikologi Islam pendidikan adalah sarana untuk meningkatkan kualitas nafs dan membentuk kualitas nafs menjadi lebih baik. Pendidikan seks (al-tarbiyyah al-jinsiyyah) dalam Psikologi Islam adalah sarana untuk membentuk nafs pada peserta didik sehingga merekan mampu untuk mengendalikan potensi seksual sehingga memiliki sifat iffah dan mampu mengarahkan potensi tersebut ke arah yang baik sesuai dengan norma-norma Islam.
Pendidikan seks di dalam Islam merupakan bagian integral dari pendidikan akidah, akhlak, dan ibadah. Terlepasnya pendidikan seks dengan ketiga unsur itu akan menyebabkan ketidakjelasan arah dari pendidikan seks itu sendiri, bahkan mungkin akan menimbulkan kesesatan dan penyimpangan dari tujuan asal manusia melakukan kegiatan seksual dalam rangka pengabdian kepada Allah. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan seks tidak boleh menyimpang dari tuntutan syariat Islam.
Pendidikan seksual memerlukan perhatian karena merupakan satu mekanisme untuk memahami serta memelihara diri mereka (generasi muda), hal ini tertera dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.8
Allah SWT mewajibkan perkara tersebut satu cara untuk menjaga kehormatan dengan cara menutup aurat dan sehingga pada akhirnya Allah SWT akan memuliakan manusia sesuai firman Allah SWT :
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
Jadi untuk sosialnya, kita bisa mengajarkan anak kita untuk bersosialisasi dengan menutup aurat. Hal ini mengajarkan bahwa dirinya berharga dan salah satu upaya mencegah pelecehan seksual.
Ada tahapan dalam mengenalkan pendidikan seks pada anak. Step by step. Dimulai dari yang kecil dan sederhana dulu. Yang utama adalah dia paham bahwa kita berpedoman pada ajaran Islam. Islam itu apa? Mengapa harus patuh pada Allah Swt? Dapat apa kalau nurut dan dapat apa kalau melanggar?
Sedikit cerita dari teman muslim di Jepang, di sekolah anaknya sampai akhirnya ada satu guru yang berinisiatif untuk mentranslate setiap pengumuman bahasa Jepang ke bahasa Indonesia karena tertarik dengan peraturan Islam dari teman saya ini.
Beberapa pengumuman sekolah ada seperti: acara natal, acara hallowen, makan-makan di luar (yang belum tentu halal restonya), kegiatan berenang, dll.
Nah, di kegiatan berenang ini ternyata si anak harus berganti baju di satu ruang yang bercampur. Karena teman saya ini berpesan bahwa di ajaran kami tidak diperbolehkan seperti itu, maka si anak dikhususkan untuk berganti baju di ruang lain.
Untuk pakaian seragam juga di Jepang mini-mini pakaian SMA-nya. Ini juga kita harus berani berbeda dan menyampaikan prinsip kita kepada sekolah. Agar anak tetap bangga berpakaian muslim dan tidak dibully.
Sebagai contoh:
Majalah porno terpampang jelas di depan Sevel dan toko buku. Perempuan dan laki santai bercumbu mesra di tempat umum. Paha kemana-mana.
Maka dari itu, penting sekali menanamkan imannya dulu kepada anak. Dan konsep halal haram. Dimulai ketaatan pada shalat, menghindari mengkonsumsi yang haram, maka untuk berbuat yang haram pun akan penuh pertimbangan.
Contoh lainnya, anak teman, laki2. Dia bilang, "Ma, aku ga mau ikut berenang lagi."
"Kenapa?" tanya ibunya.
"Aku malu pantatku telanjang dilihat teman-teman."
Dari situlah teman saya menegaskan gurunya. Ajarkan anak untuk terbuka dan nyaman juga bercerita pada kita.
Kenapa sih kita harus berlelah-lelah menasihati anak dan menjelaskan pada lingkungan sekitarnya?
Karena ini:
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYIMPANGAN SEKSUAL.
Apabila membicarakan perkara yang berkaitan dengan penyelewengan seks seperti zina, Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an :
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.5
Apabila menyentuh persoalan hubungan homoseksual seperti yang di kisahkah melalui kaum Nabi Luth As, Allah SWT mengecam melalui dalil yang berbunyi :
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ () إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ ()
Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (homoseksual) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.
Referensi:
- Buku Fitrah Based Education Ustadz Harry Santosa
- Kamus Besar Bahasa indonesia https://kbbi.web.id/fitrah
- http://batikkhastarakan.blogspot.com/2013/05/dalil-dalil-konsep-al-quran-tentang.html?m=1
- https://www.researchgate.net/publication/317063673_Pendidikan_Seks_dalam_Perspektif_Psikologi_Islam [accessed Sep 20 2018].
- https://internasional.kompas.com/read/2017/11/29/11204751/pelecehan-seksual-perempuan-tertinggi-terjadi-di-amerika-latin-dan-asia?page=all
---------------------------------------------------------
#kuliahbundsayiip
#fitrah seksualitas
#game level 11
Irma Tazkiyya
Jeddah, KSA


























Komentar
Posting Komentar