Langsung ke konten utama

Sie katak hijau


 "Qifa, suatu hari, tinggal seekor Induk Katak dan anaknya di sebuah kolam. Katak kecil sangat nakal. Ia tidak pernah patuh kepada ibunya. Setiap kali ibunya menyuruh sesuatu, ia selalu melakukan sebaliknya. Jika ibunya menyuruhnya pergi ke bukit, ia justru pergi ke pantai.
Katak kecil pun memiliki kebiasaan suka membalikan kata-kata yang di ajarkan oleh ibunya.
‘’ Anakku, kau harus seperti Katak yang lainnya. Suara mu tidak sama dengan mereka. Sekarang, tirukan suara Katak yang benar. ‘’ Krok kro krok’’. Perintah ibunya
Ngorok ngorok.’’ Kata Katak kecil membalikkan kata-katanya.
‘’ Anakku, krok krok. Bukan ngorokk! Mengapa kau tidak bisa patuh kepada ibu, Nak?’’ teriak ibunya.
‘’ngorok.. Ngorok.’’ Seru Katak kecil sambil berlari meninggalkan ibunya.
Hari terus saja berganti. Suatu hari, sang ibu sakit keras.
‘’ Anakku, jika suatu hari aku meninggal. Jangan kuburkan aku di atas bukit! Tapi kuburkanlah aku di pinggir sungai.’’ Kata ibu Katak menangis.
Sebenarnya, ibu Katak ingin di kuburkan di atas bukit. Namun, ia sengaja meminta sebaliknya. Karena begitulah kebiasaan anaknya yang suka membalikkan kata-kata.
Tidak lama kemudian, ibu Katak pun meninggal. Katak kecil merasa sangat sedih karena harus tinggal sebatangkara. Ia terus saja menangis.
‘’ Ibuku yang sangat malang. Ia meninggal karena menghadapi sikapku.’’ Berkata dalam hati.
Ia pun merasa sangat bersalah.
‘’ Aku selalu melakukan hal yang sebaliknya. Aku tidak pernah mematuhi perintah ibuku. Tapi kali ini, aku akan mematuhi apa yang di minta ibuku.’’ Ia berkata dalam hati dan menangis.
Akhirnya, ia langsung membawa ibunya dan menguburkannya di pinggir sungai. Meskipun ia tahu bahwa tubuh ibunya bisa hanyut jika air sungai meluap. Namun, ia tetap memenuhi keinginan ibunya untuk di kuburkan di pinggir sungai. Setelah selesai menguburkan ibunya, ia pun kembali ke rumah dengan sangat sedih.
Seminggu kemudian, hujan turun sangat deras. Katak kecil sangat khawatir tubuh ibunya akan terbawa air sungai yang meluap. Akhirnya, ia pun pergi ke sungai untuk memastikan bahwa ibunya tidak terbawa hanyut oleh luapan air. Walau kehujanan, ia terus menunggui kuburan ibunya dan mengeluarkan suara, ‘’ ngorok ngorok’’.
Dari situlah mengapa sehingga saat ini, Katak hijau berbunyi. ‘’ ngorok..ngorok..’’ pada saat turun hujan


Nah qifa, belajar dari kisah katak, kita harus mengikuti dan menghormati pesan dan perintah orangtua yah nak. Mamah sama papah pasti mengajarkan yang terbaik buat qifa, karena mamah sm papa sayang sama qifa dan adik mamduh..




#tantangan10hari
#harike8
#level10
#kuliahbundsayiip
#GrabYourImagination


Irma Tazkiyya
Jeddah, KSA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puasa di Negeri Rantau

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ’anhuma, dia berkata:  Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda kepada wanita dari Anshar: ”Apa yang menghalangi anda melaksanakan haji bersama kami?” Dia berkata: ”Kami hanya mempunyai dua ekor onta untuk menyiram tanaman. Bapak dan anaknya menunaikan haji dengan membawa satu ekor onta dan kami ditinggalkan satu ekor onta untuk menyiram tanaman.” Beliau bersabda: “Jika datang bulan Ramadan tunaikanlah umrah, karena umrah (di bulan Ramadhan) seperti haji”. Dalam riwayat Muslim: “(seperti) haji bersamaku,” (HR. Bukhari, no. 1782, dan Muslim, no. 1256) Bulan Ramadhan mempunyai nilai tersendiri bagi saya dan semua umat muslim di belahan bumi ini. Bulan yang ditunggu-tunggu kehadirannya, karena dibulan suci Ramadhan kita mempunyai alasan kuat untuk meningkatkan aspek ibadah kita terhadap Allah SWT. Saat ini, saya tinggal di Jeddah Arab Saudi. Baru dua tahun saya menjalani ibadah puasa di negeri gurun penghasil minya...

Anjing dan kucing

Hari ini mamah cerita sambil menyusui adek mamduh. Tentang anjing dan kucing, karena qifa sedang memainkan boneka anjing, mamah langsung bercerita tentang anjing dan kucing. "Anjing dan kucing itu berbeda, namun mereka saling sayang, qifa sama adek mamduh juga yah, harus saling sayang, saling melindungi yah nak" #tantangan10hari #harike9 #level10 #kuliahbundsayiip #GrabYourImagination Irma Tazkiyya Jeddah, KSA

Resolusi 2019

“Selamat Datang 2019" Bagi saya resolusi adalah harapan. Ibarat suatu organisasi yang membuat sedemikian rupa program kerja, ada harapan disertai ikhtiyar untuk merealisasikan apa yang sudah dirapatkan. Dirapatkan didalam otak dan dihati menjadi resolusi pribadi. Resolusi inipun muncul setelah merefleksikan diri. Lantas bagaimana dengan resolusi saya tahun 2019. 1. Fokus Tahsin Tahsin  ( bahasa arab : تحسین) adalah kata Arab yang berarti memperbaiki, meningkatkan, atau memperkaya. Tahsin dalam islam mengandung makna bahwa tuntutan agar dalam membaca Alquran harus benar dan tepat sesuai dengan contohnya demi terjaganya orisinalitas praktik tilawah sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.  Bersyukur saat ini saya berada dilingkungan yang terus ingin mempelajari Alquran, yang tidak bosan untuk memperbaiki bacaan Alquran dan tidak malu untuk terus belajar. Background pendidikan saya adalah sekolah umum, walau demikian orangtua saya sejak saya kecil mengajarkan untuk m...