Langsung ke konten utama

Kisah Semut dan Kepompong ... 1...


Tantangan kali ini tentang mendongeng. Awal mamah menyusul papah ke Jeddah KSA, salah satu yang dibawa adalah buku buku dongeng anak-anak, kisah Nabi Rasul dan beberapa buku lainnya. 

Ada beberapa cerita yang mamah sudah hafal, dan suka menceritakan ke kaka qifa. 

Senang rasanya satu minggu ini saat musim hajian, kantor papah juga libur. Jadi hampir setiap pagi kita ke taman, laut, playground sambil sarapan di bawah sinar matahari yang hangat. 

Ada taman favorit kita, lokasinya dekat air mancur yang indah pada malam hari. Saat pagi hari, walau saat ini musim panas, jika kita memilih tempat di bawah pohon rindang tetap terasa sejuk dengan angin sepoi sepoi dan hangatnya matahari pagi di Jeddah.. 

"Lihat qifa ada semut semut kecil yang berbaris dan berjalan ke atas pohon", seru ku terhadap qifa. 

"Waaahhhhhh", respon qifa kagum... 

Langsung mamah teringat buku dongeng tentang 'Semut dan Kepompong', langsung mamah menceritakan tentang dongeng tersebut... 


"Seekor semut merayap dengan gesit di bawah sinar matahari. Memanjat pohon, dan menelusuri ranting dengan lincah. Dia sedang mencari makanan saat tiba-tiba dia melihat kepompong tergantung di selembar daun. Kepompong itu terlihat mulai bergerak-gerak sedikit, tanda apa yang ada di dalamnya akan segera keluar.

Semut berkata, "Aduh kasian sekali kamu ini” kata semut itu dengan nada antara kasihan dan menghina.

“Nasibmu malang sekali, sementara aku bisa lari kesana kemari sekehendak hatiku, dan kalau aku ingin aku bisa memanjat pohon yang tertinggi sekalipun, kamu terperangkap dalam kulitmu, hanya bisa menggerakkan sedikit saja tubuhmu”. Kepompong mendengar semua yang dikatakan oleh semut, tapi dia diam saja tidak menjawab.

Beberapa hari kemudian, saat semut kembali ketempat kepompong tersebut, dia terkejut saat melihat yang kepompong itu sudah kosong yang ada tinggal cangkangnya.

Saat dia sedang bertanya-tanya dalam hati apa yang terjadi dengan isi dari kepompong itu, tiba-tiba dia merasakan hembusan angin dan adanya kepakan sayap kupu-kupu yang indah di belakangnya.

“Wahai semut, lihatlah diriku sekarang baik-baik” kupu-kupu yang indah menyapa semut yang tertegun melihatnya.


“Akulah mahluk yang kau kasihani beberapa hari lalu ! Saat itu aku masih ada di dalam kepompong. Sekarang kau boleh sesumbar bahwa kau bisa berlari cepat dan memanjat tinggi. Tapi mungkin aku tidak akan perduli, karena aku akan terbang tinggi dan tidak mendengar apa yang kau katakan”.

Sambil berkata demikian, kupu-kupu itu terbang tinggi ke udara, meniti hembusan angin, dan dalam sekejap hilang dari pandangan sang semut.


"Wahhhh seruuu yah sayang cerita nya", kata ku sambil memeluk dan mencium qifa. 

"Qifa, nanti kalau kamu sudah besar, harus bisa menghargai orang orang disekeliling qifa yah, belajar dari semut dan kepompong yang mamah ceritakan yah nak".... 

....

Sayang nya pagi ini mamah tidak bawa HP untuk mendokumentasikan semuanya. Dan memang saya jarang memegang HP kalau sedang main sama qifa.


#tantangan10harike1
#level10
#kuliahBundsayiip
#GrabYourImagination


Irma Tazkiyya
Jeddah, KSA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puasa di Negeri Rantau

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ’anhuma, dia berkata:  Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda kepada wanita dari Anshar: ”Apa yang menghalangi anda melaksanakan haji bersama kami?” Dia berkata: ”Kami hanya mempunyai dua ekor onta untuk menyiram tanaman. Bapak dan anaknya menunaikan haji dengan membawa satu ekor onta dan kami ditinggalkan satu ekor onta untuk menyiram tanaman.” Beliau bersabda: “Jika datang bulan Ramadan tunaikanlah umrah, karena umrah (di bulan Ramadhan) seperti haji”. Dalam riwayat Muslim: “(seperti) haji bersamaku,” (HR. Bukhari, no. 1782, dan Muslim, no. 1256) Bulan Ramadhan mempunyai nilai tersendiri bagi saya dan semua umat muslim di belahan bumi ini. Bulan yang ditunggu-tunggu kehadirannya, karena dibulan suci Ramadhan kita mempunyai alasan kuat untuk meningkatkan aspek ibadah kita terhadap Allah SWT. Saat ini, saya tinggal di Jeddah Arab Saudi. Baru dua tahun saya menjalani ibadah puasa di negeri gurun penghasil minya...

Anjing dan kucing

Hari ini mamah cerita sambil menyusui adek mamduh. Tentang anjing dan kucing, karena qifa sedang memainkan boneka anjing, mamah langsung bercerita tentang anjing dan kucing. "Anjing dan kucing itu berbeda, namun mereka saling sayang, qifa sama adek mamduh juga yah, harus saling sayang, saling melindungi yah nak" #tantangan10hari #harike9 #level10 #kuliahbundsayiip #GrabYourImagination Irma Tazkiyya Jeddah, KSA

Resolusi 2019

“Selamat Datang 2019" Bagi saya resolusi adalah harapan. Ibarat suatu organisasi yang membuat sedemikian rupa program kerja, ada harapan disertai ikhtiyar untuk merealisasikan apa yang sudah dirapatkan. Dirapatkan didalam otak dan dihati menjadi resolusi pribadi. Resolusi inipun muncul setelah merefleksikan diri. Lantas bagaimana dengan resolusi saya tahun 2019. 1. Fokus Tahsin Tahsin  ( bahasa arab : تحسین) adalah kata Arab yang berarti memperbaiki, meningkatkan, atau memperkaya. Tahsin dalam islam mengandung makna bahwa tuntutan agar dalam membaca Alquran harus benar dan tepat sesuai dengan contohnya demi terjaganya orisinalitas praktik tilawah sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.  Bersyukur saat ini saya berada dilingkungan yang terus ingin mempelajari Alquran, yang tidak bosan untuk memperbaiki bacaan Alquran dan tidak malu untuk terus belajar. Background pendidikan saya adalah sekolah umum, walau demikian orangtua saya sejak saya kecil mengajarkan untuk m...