Langsung ke konten utama

Anak adalah Bintang. -part 4

Kain ihram menempel di badan papah. Tandanya insyaAllah kami siap untuk berangkat menjalani ibadah umroh di bulan Ramadhan ini. MasyaAllah tabarakallah, sungguh nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan. Sujud syukur kami haturkan kepada Allah SWT, dengan kami berdomisili di Jeddah, alhamdulillah hanya memakan waktu sekitar satu jam an untuk sampai ke Baitullah. Ibadah umrah kali ini punya tantangan tersendiri karena membawa dua anak. Satu kaka qifa yang masih berusia 22 bulan dan satu lagi baby Mamduh yang mmasih menginjak usia 4 bulan .

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul jam 2 siang. Keluar dari taxi yang mengantarkan kami ke mekkah, terasa sinar matahari panas dan debu menghampiri kami. Ada rasa khawatir melihat kedua buah hati ku, khusus nya baby mamduh yang masih empat bulan ini. Suara tangis bayi menghiasi suasana kali ini. Nak, yang sabar yah, sehat terus yah sayang, batinku berkata.

Tak kuasa lagi memandang ka'bah dengan perasaaan haru dan syukur. Mamah mengajak anak-anak menjalani ibadah umroh untuk mengajarkan anak tentang tauhid, mengajarkan anak tentang ibadah dari kecil. Agat kelak saat kalian dewasa, kalian bisa menjadi pengikut Nabi Muhammad dan menjalankan perintahNya serta menjauhi apa apa yang dilarangNya. Aamiin




#kelasbundsay
#day3
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang


Irma Tazkiyya
Jeddah, KSA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengamati Gaya Belajar Anak -Part10

"Ibu, sini irma cek tensi ulang, kemarin kan tekanan darah ibu rendah". Saut ku kepada nenek nya qifa.  Sambil mengambil alat tensi yang tersimpan di lemari. Sambil memegang tangan kiri ibu, saya melilitkan manset alat tensi ke lengan ibu.Saya sadar ada anak kecil yang sibuk memerhatikan kami. Dia adalah qifa. 😍 Selesainya saya memeriksa tekanan darah ibu, qifa langsung mengambil alih alat tensi dan stetoskop yang saya pakai. Qifa mengulang apa yang saya kerjakan, dari memasang stetoskop di telinganya sampai melilitkan manset ke lengan neneknya. Walaupun letak manset yang dipasangnya salah. 😆 Dengan gaya seakan-akan 'mahir' melakukan pemeriksaan tekanan darah, qifa mengoceh-ngoceh ga jelas, seakan menjelaskan hasil pemeriksaan kepada neneknya. Ahhhh.. anak cerdas. Saut ku kepada qifa. Saat ini qifa memang senang sekali meniru apa yang dia lihat. Senang menggoyangkan kepala jika ada musik yang didengarnya. Bisa menyelesaikan puzzle-puzzle dengan melihat le...

Jurnal Bunda Cekatan, Tahap Satu

Selamat Datang Di Kelas Telur-telur Ditahap ini kami melakukan proses belajar mengenal tentang siapa diri ini. Sehingga nantinya kami paham akan cekatan di bidang apa. Hal ini yang dapat membuat kita menentukan kebutuhan belajarnya apa saja. Mengetahui bagaimana mencarinya. LEARN, How to Learn. Belajar Merdeka, Merdeka Belajar. Senang sekali mendengar slogan ini, kita bebas untuk belajar apa saja. Dengan merdeka belajar dan belajar merdeka, secara tidak langsung merangsang berfikir dan berkreatifitas. Belajar di bunda cekatan ini adalah proses bermain bersama. Semua bisa menjadi guru, dan semua bisa menjadi murid. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah lacak kekuatan. Mengapa harus melacak kekuatan? karena kita ini spesial. Selama ini menjadi biasa saja karena kita 'sekedar' melakukan kegiatan secara rutin. Jadi ingat perkataaan Pak Dodik Maryanto 'Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu. Tidak ada hukum...

Anjing dan kucing

Hari ini mamah cerita sambil menyusui adek mamduh. Tentang anjing dan kucing, karena qifa sedang memainkan boneka anjing, mamah langsung bercerita tentang anjing dan kucing. "Anjing dan kucing itu berbeda, namun mereka saling sayang, qifa sama adek mamduh juga yah, harus saling sayang, saling melindungi yah nak" #tantangan10hari #harike9 #level10 #kuliahbundsayiip #GrabYourImagination Irma Tazkiyya Jeddah, KSA