Langsung ke konten utama

Perangi Pedofilia Anak

Masih dalam buku Happy Parenting karya Novita Tandry, membahas tentang Pedofilia Anak. Kata "pedofilia" sendiri berasal dari bahasa Yunani, Paidophilia dengan akar kata pais (berarti 'anak anak') dan philia berarti cinta yang bersahabat  atau persahabatan. Pada zaman modern, pedofil digunakan sebagai ungkapan untuk menyebut orang yang mencintai anak atau menjadi kekasih anak, dan sebagian besar dalam konteks ketertarikan secara romantis dan seksual.

Lantas bagaimana menghentikan fenomena pedofilia di Indonesia, dalam buku Happy Parenting dijelaskan, ada dua peran yang harus dilakukan oleh pemerintah dan keluarga.
  1. Tanggung jawab pemerintah
  • Melakukan pemerataan penduduk untuk mengurangi risiko timbulnya pola interaksi yang tidak sehat
  • Menyediakan rumah singgah bagi anak-anak jalanan agar mereka dapat memperoleh pendidikan, perlindungan dan pengetahuan tentang cara-car menghindari terjadinya kekerasan seksual
  • Mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan finansial berlebih untuk turut membantu pendiddikan bagi anak-anak miskin sehingga tingkat pendidikan anak di Indonesia menjadi lebih baik. Hal ini penting karena pendidikan dapat meningkatkan derajat hidup.
  • Menindak tegas pelaku pedofilia karena perilaku tersebut menghancurkan penerus bangsa. 
2. Tanggung jawab keluarga
  • Mengawasi anak secara lebih intensif, apalagi bila mereka bergaul dengan orang-orang yang lebih tua
  • Mengajari anak untuk tidak mudah tergoda dengan tawaran menarik dari orang yang tidak dikenal.
  • Tidak meninggalkan anak seorang diri dengan orang dewasa lain, kecuali orang tua atau anggota keluarga yang dapat dipercaya.
  • Mengajarkan anak untuk berteriak, berlari dan meminta pertolongan jika mereka mengalami situasi yang menakutkan atau membahayakan. 
Membebaskan diri dari pedofilia.
Langkah pertama adalah berhenti melihat materi pornografi-segera!


Stop Child Abuse!
(Unknown)


#harike14
#tantangan10hari
#level11
#kuliahbundsayiip
#fitrahseksualitas


Irma Tazkiyya
Jeddah, KSA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengamati Gaya Belajar Anak -Part10

"Ibu, sini irma cek tensi ulang, kemarin kan tekanan darah ibu rendah". Saut ku kepada nenek nya qifa.  Sambil mengambil alat tensi yang tersimpan di lemari. Sambil memegang tangan kiri ibu, saya melilitkan manset alat tensi ke lengan ibu.Saya sadar ada anak kecil yang sibuk memerhatikan kami. Dia adalah qifa. 😍 Selesainya saya memeriksa tekanan darah ibu, qifa langsung mengambil alih alat tensi dan stetoskop yang saya pakai. Qifa mengulang apa yang saya kerjakan, dari memasang stetoskop di telinganya sampai melilitkan manset ke lengan neneknya. Walaupun letak manset yang dipasangnya salah. 😆 Dengan gaya seakan-akan 'mahir' melakukan pemeriksaan tekanan darah, qifa mengoceh-ngoceh ga jelas, seakan menjelaskan hasil pemeriksaan kepada neneknya. Ahhhh.. anak cerdas. Saut ku kepada qifa. Saat ini qifa memang senang sekali meniru apa yang dia lihat. Senang menggoyangkan kepala jika ada musik yang didengarnya. Bisa menyelesaikan puzzle-puzzle dengan melihat le...

Anjing dan kucing

Hari ini mamah cerita sambil menyusui adek mamduh. Tentang anjing dan kucing, karena qifa sedang memainkan boneka anjing, mamah langsung bercerita tentang anjing dan kucing. "Anjing dan kucing itu berbeda, namun mereka saling sayang, qifa sama adek mamduh juga yah, harus saling sayang, saling melindungi yah nak" #tantangan10hari #harike9 #level10 #kuliahbundsayiip #GrabYourImagination Irma Tazkiyya Jeddah, KSA

Puasa di Negeri Rantau

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ’anhuma, dia berkata:  Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda kepada wanita dari Anshar: ”Apa yang menghalangi anda melaksanakan haji bersama kami?” Dia berkata: ”Kami hanya mempunyai dua ekor onta untuk menyiram tanaman. Bapak dan anaknya menunaikan haji dengan membawa satu ekor onta dan kami ditinggalkan satu ekor onta untuk menyiram tanaman.” Beliau bersabda: “Jika datang bulan Ramadan tunaikanlah umrah, karena umrah (di bulan Ramadhan) seperti haji”. Dalam riwayat Muslim: “(seperti) haji bersamaku,” (HR. Bukhari, no. 1782, dan Muslim, no. 1256) Bulan Ramadhan mempunyai nilai tersendiri bagi saya dan semua umat muslim di belahan bumi ini. Bulan yang ditunggu-tunggu kehadirannya, karena dibulan suci Ramadhan kita mempunyai alasan kuat untuk meningkatkan aspek ibadah kita terhadap Allah SWT. Saat ini, saya tinggal di Jeddah Arab Saudi. Baru dua tahun saya menjalani ibadah puasa di negeri gurun penghasil minya...